Sabtu, 02 April 2011

Keunikan Ondel - ondel Betawi

Keunikan Ondel - ondel Betawi 

Masyarakat Betawi sudah hampir kehilangan seni budayanya. Salah satunya adalah Topeng Betawi atau yang dikenal dengan adegan lenong. Untuk itu perlu Anda cermati bagaimana perkembangan sejarah terbentuknya kesenian ini. 

Kesenian rakyat topeng Betawi mengawinkan budaya Melayu, Sunda, dan China. Salah satu tokoh yang terkenal sejak 1970-an adalah Bokir dengan grupnya yang sering pentas, Setia Warga. Pertunjukan itu biasanya diawali dengan tarian Kembang Topeng yang menampilkan banyak penari perempuan. 

Sekarang, tarian itu diganti dengan Ronggeng Topeng. Ada interaksi antara penari dan penonton. Selain lewat komentar usil atau celetukan, juga lewat saweran atau memberi uang tips kepada para penari perempuan oleh penonton lelaki. 

Ondel - ondel juga nyaris hilang dalam perhelatan JAA 2008. Padahal inilah kesenian rakyat Betawi yang paling populer dari waktu ke waktu. Bahkan ondel - ondel dianggap sebagai maskot yang menandai kebudayaan Betawi masih ada dan mampu bergaya. 

Ondel - ondel berbentuk dua patung besar berongga menyerupai sosok lelaki dan perempuan. Patung diusung orang pada bagian dalamnya dan digerak-gerakkan seperti manusia. Ondel-ondel diilhami barong landung dalam budaya Hindu Bali yang menggambarkan pengantin Raja Bali dan Putri China. Kepopuleran ondel-ondel juga disulut pula oleh lagu Benyamin Suaeb, Yuk kite nonton ondel ondel. Yuuuk!. 
Sayang banget sekarang ondel – ondel uda tergerus jaman modern , banyak anak muda sekarang yang melupakan seni tradisional ondel – ondel bahkan mereka sendiri malu mengakui bahwa ondel – ondel seni betawi yang sangat menarik . Mereka malu karena menurut mereka ondel – ondel sudah jadul padahal ondel – ondel adalah salah satu peninggalan sejarah budaya betawi yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan bersama agar tidak hilang begitu saja . Lebih memalukan lagi karena mereka lebih mengagung – agungkan budaya barat yang pada asli nya merusak diri mereka sendiri
Kalo uda gini kita sendiri yang bakal rugi…malah bisa – bisa seni budaya kita ini di curi lagi oleh Negara tetangga yang pernah terjadi kemarin – kemarin seperti Reog Ponorogo , Batik , tari Pendet dan masih banyak lagi….
Apa kita mau kejadian itu terulang lagi ????
Sekarang tinggal kita gimana cara menjaganya dan melestarikan agar tidak hilang ma jaman modern maupun di curi lagi….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar